Selasa, 28 Mei 2024

Cara Riset Keyword Tanpa Tools Research Keyword Khusus

Cara Riset Keyword Tanpa Tools Research Keyword Khusus

Riset Keyword Tanpa Tools - Halo, sudah lama ya mimin tidak lagi menulis di blog kesayangan ini. Harap maklum saja ya, karena minggu kemarin adalah minggu cuti panjang menyambut datangnya Hari Raya Waisak.

Mimin sendiri kurang suka dengan cuti ya. Salah satu alasan terbesarnya adalah cuti itu menghalangi mimin untuk berkarya. Ada aja gangguan atau godaan untuk tidak berada di depan laptop.

Beberapa dari pembaca setia blog mimin, mungkin sudah mulai bertanya-tanya;

"Di mana nih tulisan terbaru dari mimin, kok gak muncul-muncul ya?".

Ya, meskipun itu halu sedikit, tapi adalah kan pembaca setia blog ini. Untuk mengobati rasa rindu kalian semua, berikut ini mimin akan berbagi tips dan trik di dunia SEO.

Tepatnya pada proses awal, yakni riset keyword. Sebuah proses di mana kita diharuskan untuk bisa menemukan keyword utama website yang relevan dan memiliki prospek lead dan konversi yang cerah.

Untuk bisa menemukan keyword seperti ini, jelas bukan perkara yang mudah. Beruntungnya, era digital saat ini sudah memudahkan kita untuk menemukan keyword utama website yang pas.

Ya, kita bisa menemukannya melalui bantuan tools digital layaknya Google Keyword Planner, SEMrush, Ahrefs, dan lain-lain. Semua tools tersebut memudahkan kita untuk mendapatkan keyword utama yang pas dengan berbagai visualisasi data yang menyertainya.

Melalui SEMrush misalnya, kita bisa dengan mudah melihat jumlah pencarian keyword, tingkat kesulitan keyword, prospek keyword, konten website apa saja yang menggunakannya, dan lain-lain.

Pebisnis banyak menggunakan tools digital untuk proses riset keyword dikarenakan mampu menjadikan data enrichment lebih terarah. Kita bahkan bisa melakukan ini tanpa harus pusing membayar biaya berlangganan tool.

Contoh saja dengan menggunakan tool riset keyword gratis dari Google, yakni Google Keyword Planner. Layanan ini bisa kamu akses sebagai bagian dari fitur Google Ads.

Hanya saja memang visualisasi data yang ditampilkan tidak sekaya SEMrush.

"Min, saya tidak terbiasa menggunakan tools, baik itu yang premium ataupun gratisan. Apakah tidak ada cara untuk saya bisa melakukan riset keyword tanpa tools khusus sama sekali?".

Jawabannya ada. Ya, kita bisa melakukan riset keyword tanpa melibatkan tools research keyword sama sekali. Bagaimana caranya?. Simak baik-baik artikel ini ya!.

Cara Riset Keyword Tanpa Tools Research Keyword

1. Mempelajari Apa itu Search Intent

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mempelajari apa itu search intent. Search intent sendiri adalah tujuan sebenarnya ketika seseorang mengetikkan keyword tertentu.

Di dalam pemahamannya, search intent dapat kita bagi ke dalam 4 jenis utama. 4 jenis utama itu adalah Transaksional, Komersial, Navigational, Informasional.

Baca Juga: Apa Pentingnya Memahami Search Intent untuk SEO?

Berikut perbedaan di antara keempat jenis search intent ini.

- Search intent transaksional, adalah gambaran keyword yang dituliskan oleh pengguna untuk mendapatkan informasi yang memiliki sifat transaksi. Keyword yang dituliskan tersebut memiliki keterikatan yang kuat dengan proses pembelian.

Contoh saja keyword "Beli Laptop Bekas". Mereka yang mengetikkan kata ini bertujuan untuk mendapatkan informasi di mana mereka bisa mendapatkan jasa atau orang yang menjual laptop bekas.

Informasi yang mengarah kepada proses pembelian seperti harga, spesifikasi, penawaran menarik, dan sejenisnya, sangat diperlukan pada konten yang ditulis untuk keyword dengan search intent ini.

- Search intent komersial, adalah gambaran keyword yang dituliskan oleh pengguna untuk mendapatkan informasi yang membantu mereka membuat keputusan pembelian yang tepat.

Sekilas, search intent ini memiliki makna yang sama dengan search intent sebelumnya. Hanya saja memang, informasi yang diberikan tidak langsung mengarahkan pengguna ke proses transaksi.

Mereka yang menggunakan keyword dengan jenis search intent ini, biasanya mencari informasi perbandingan produk, review produk, dan rekomendasi terbaik. Contoh saja keyword "Rekomendasi Jasa SEO".

- Search intent navigational, jenis search intent yang ketiga ini, penggunanya sudah dapat mengetahui apa yang mereka ingin tuju. Mereka sudah tahu website atau layanan online tertentu yang ingin dituju.

Search intent jenis ini, memiliki keterikatan yang kuat dengan branded keyword. Sebuah keyword yang di dalamnya terdapat nama brand, produk atau jasa tertentu.

Salah satu contoh keyword dengan search intent ini adalah "Login Facebook", "Login WhatsApp Web" dan lain-lain.

- Search intent informasional, search intent yang terakhir ini, menjadi jenis search intent yang paling umum digunakan oleh banyak orang. Mereka yang menggunakan search intent jenis ini, bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam terkait topik tertentu.

Contoh saja ketika seseorang mengetikkan keyword "Cara Mendapatkan Proyek Freelance Writer". Mereka yang mengetikkan keyword ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang fundamental.

2. Rajin Membaca Konten Website Kompetitor

Berikutnya, adalah dengan rajin membaca konten website kompetitor. Ya, ini jadi cara termudah yang bisa kamu lakukan. Terkadang, membaca konten website kompetitor akan meningkatkan kemampuan kamu dalam menebak keyword utama yang mereka gunakan.

Perlu diketahui bahwa ada banyak webmaster yang masih menggunakan cara lama untuk mengoptimalkan penggunaan keyword utama di dalam konten webnya. Salah satu dari sekian banyak cara lama tersebut adalah dengan menuliskan keyword utama di awal paragraf artikel dimulai.

Cara inilah yang juga masih mimin gunakan hingga saat ini. Penggunaan keyword utama dari website kompetitor juga sering terbaca dari judul yang mereka kreasikan.

Semisal "Apa itu AJAX, Fungsi dan Bagaimana Cara Kerjanya?".

Tidak butuh waktu 3 detik untuk kita bisa menebak keyword utamanya. Sudah jelas bahwa keyword utamanya adalah Apa itu AJAX.

3. Memanfaatkan Fitur SERP

Ketiga adalah dengan memanfaatkan fitur SERP (Search Engine Results Page). Ya, kita bisa menggunakan hasil pencarian informasi yang ditampilkan oleh Google sebagai "tools" untuk kita bisa menemukan keyword utama yang pas.

Bagaimana caranya?. Ingat bahwa SERP Google memiliki featured snippet. Fitur ini memudahkan pengguna Google untuk mendapatkan jawaban dari informasi yang ia cari.

Ada banyak bentuk featured snippets yang bisa kita temui di sini. Tapi, karena tujuan utama kita adalah menggunakan SERP untuk menemukan keyword utama konten web yang pas, maka kita hanya akan fokus pada beberapa jenis featured snippet saja.

Dimulai dari;

Definition Box

Definition Box

Definition Box

Ya, kita dapat menemukan keyword utama untuk konten website melalui featured snippet berjenis definition box. Definition box sendiri adalah jenis featured snippet yang dirancang untuk menyampaikan informasi terkait definisi secara singkat.

Contohnya seperti gambar di atas. Kamu bisa menggunakan keyword yang sedikit berbeda dari pencarian Apa itu Question Keyword menjadi Question Keyword Adalah..

List

Featured Snippet List

Featured Snippet List

Jenis featured snippet kedua yang bisa kita manfaatkan adalah List. Sesuai dengan namanya, featured snippet jenis ini akan menampilkan informasi konten yang ada ke dalam bentuk list. Dan memang biasanya ditujukan untuk konten listicle.

Dari gambar di atas, kita dapat mengetahui dengan mudah keyword utamanya. Yakni Daftar Website Belajar Copywriting.

Unordered List

Featured Snippet Unordered List

Sumber: Backlink.io

Selanjutnya adalah unordered list. Mirip dengan sebelumnya, hanya saja daftar yang disusun tidak melibatkan angka di dalamnya.

Meta Description

Meta Description

Meta Description

Selain dengan menggunakan featured snippet, kita juga dapat mencari keyword utama untuk konten melalui meta description yang muncul di SERP. Biasanya keyword utama di dalam konten akan mudah terlihat dengan tanda bold.

People Also Ask

Cara Riset Keyword Tanpa Tools Sama Sekali

People Also Ask

Masih dalam cara yang ketiga, kita bisa memanfaatkan fitur People Also Ask yang tampil di pencarian Google. Fitur ini memudahkan pengguna untuk mendapatkan pembahasan konten yang lebih mendalam berdasarkan pertanyaan yang sering ditanyakan.

Melalui fitur ini, kamu bisa menerapkan konsep Question Keyword. Apa itu question keyword, mimin mungkin akan membahas ini lebih lengkap pada artikel berikutnya.

Related Searches

Cara Riset Keyword Tanpa Tools Sama Sekali

Related Searches

Scrolling ke bawah di SERP Google, maka kita akan menemukan fitur lainnya yang dapat membantu. Fitur yang mimin maksud adalah Related Searches. Sesuai dengan namanya, fitur ini dapat membantu pengguna untuk mendapatkan pencarian topik yang relevan dengan topik sebelumnya yang mereka cari.

Fitur yang satu ini, dapat kamu andalkan untuk proses penerapan LSI Keyword. Latent Semantic Keyword. Gampangnya LSI keyword adalah keyword yang memiliki kemiripan konteks dengan keyword lain yang menjadi target. 

4. Manfaatkan Media Sosial atau Forum Online

Fitur Pencarian TikTok yang Luar Biasa

Pencarian TikTok


Terakhir adalah dengan memanfaatkan media sosial atau forum online. Untuk media sosial, mimin sendiri menyarankan TikTok sebagai referensi utama. Mengapa TikTok?, karena dengan TikTok kita dapat dengan mudah menemukan pencarian keyword yang sedang trending.

Pastinya pernah baca kalimat di bawah ini bukan?

"Kabarin kalau biru".

Ya, TikTok sebagai media sosial sudah banyak diakui oleh online marketers sebagai media sosial dengan kekuatan search engine yang mumpuni. Vertical search yang dimilikinya berbeda jauh dari kebanyakan media sosial lainnya.

Baca Juga: TikTok Marketing vs Instagram Marketing, Mana yang Lebih Baik?

Lalu untuk forum online, mimin sarankan platform Quora.

Cara Riset Keyword Tanpa Tools Research Keyword Khusus

Quora

Melalui platform ini, kamu bisa dengan mudah menjalankan konsep Question Keyword.

Inilah penjelasan lengkap tentang cara riset keyword tanpa tools research keyword khusus.

Baca Juga: Cara Memberikan Backlink dengan Baik

Ingin dapatkan insight terbaru lainnya?. Silahkan ikuti terus blog ini, atau kamu bisa follow Instagram mimin di @andrimarzaakhda.

Semoga bermanfaat.

24 comments:

  1. Selama ini masih suka bingung cari ide buat nulis artikel. Dengan artikel kakak ini, saya jadi tambah wawasan gimana cara mencari keyword untuk artikel. Terima kasih kak.

    BalasHapus
  2. Awalnya saya nulis, nulis saja. Namun, sekarang sudah mulai membiasakan diri untuk reset keyword sebelum menulis. Saya biasanya pakai cara di poin 3, dengan melihat "people also ask" dan "related searches".

    BalasHapus
  3. Kalau dikumpulin semua jadi satu artikel begini, jadi banyak juga ya cara mencari keyword yang tanpa menggunakan tools riset khusus. Makasih ya buat informasinya..

    BalasHapus
  4. Oh baru paham sih 4 jenis search intent itu.. artikelnya lengkap banget .. membantu buat nyari kata kunci untuk artikel kita. Biasanya saya pake ubbersuggest tp yg free, sama keyword io itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik, mungkin kedepannya saya akan mengulas lebih banyak tentang tools research keyword yang free

      Hapus
  5. Semoga klo nulis di blog aku gak lupa untuk mempraktikkan riset dulu 😄 Selama ini selalunya langsung nulis tanpa mikirin SEO. Kebiasaan nulis buku dan artikel yang tak terikat KW.

    BalasHapus
  6. Kemaren sempet baca di sembuh beberapa featured snippet, malah g worth buat deliv traffic karena orang udah cukup dapet info dari snippetnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inilah yang disebut dengan Zero Click. Apalagi dengan adanya Overviews dari AI, tambah besar kemungkinan Zero Click yang didapatkan sebuah website.

      Hapus
  7. Bermanfaat banget infonya Kak, suka sering review produk, kalau soal keyword kadang masih nerka nerka aja, ternyata research juga

    BalasHapus
  8. Tambah ilmu lagi dengan artikelnya kak. Terima kasih. Biasanya saya menggunakan ubersuggest yang gratis. Ternyata bisa juga kita mencari keyword tanpa tools.

    BalasHapus
  9. Melakukan riset keyword merupakan langkah penting dalam optimasi website dan blog. Dengan mengetahui kata kunci yang tepat untuk ditargetkan, kamu dapat membuat konten yang lebih relevan dan menarik bagi audiens, sehingga meningkatkan traffic dan engagement website.

    BalasHapus
  10. Lebih paham nih soal konsep riset keyword, ternyata aku masih belum paham sepenuhnya soal konsep ini, harus dicatat nih dan dipelajari buat ke depannya

    BalasHapus
  11. kalo saya sering pake google keyword planner.. walaupun fiturnya terbatas, tapi tetep sangat ngebantu buat bikin artikel seo

    BalasHapus
  12. Mantep, aku jarang sih buat research keyword gini, tapi setelah baca artikel ini boleh sih dicoba pelan-pelan dari tips yang sudah ditulis ini.

    BalasHapus
  13. Pengen sih punya tools yang premium, tapi untuk saat ini masih asyik pake cara free seperti di artikel ini. Paling sering pake people also ask.

    BalasHapus
  14. Akhirnya update artikel yang lengkap dan detil lagi, makasih Mimin. Jadi nambah ilmu saya tentang cara riset keyword tanpa tools research keyword khusus ini

    BalasHapus
  15. Search Intent dan kw itu aku masih belajar memahami dan belajar menerapkan untuk tulisan yang baru-baru. Tulisan lama juga pengennya kuedit biar lebih masuk kw dan search intent-nya.

    BalasHapus
  16. Wah ilmu baru ini, meskipun saya sdh lama ngeblog, tapi saya belum memaksimalkan tool untuk keyword ini.

    BalasHapus
  17. Wah tulisan yang keren ini. Aku yang gak ngerti banyak soal SEO kudu belajar banyak dari tulisan ini. Aku bacanya juga kudu pelan-pelan. Aku save ah tulisannya. Biar bisa coba satu-satu setiap langkahnya. Keren.

    BalasHapus
  18. Sejauh ini baru pakai People Also Ask untuk membantu riset keywords tanpa tools ini. Ternyata cara-cara lain juga banyak, ya. Next coba dah satu-satu. Terima kasih Bang untuk ilmunya

    BalasHapus
  19. Wah super thanks kak... Selama ini saya jarang riset keyword ... Nulis asal saja yang ada di kepala... Padahal dengan riset begini artikel kita jadi lebih terarah ya...

    BalasHapus
  20. makasih banyak nih Kak ilmunya, tanpa tools juga kita bisa ya riset keyword yang tepat, secara sekarang sudah banyak platform juga yang biasanya bisa jadi rujukan orang mencari sesuatu.

    BalasHapus
  21. wahh keren banget ini insightnya buat cari ide penulisan artikel. Apalagi memang sekarang kita sebenarnya butuh banget riset keyword yang tepat guna menargetkan target audien yang kita tuju. Nice banget kakk!

    BalasHapus
  22. Meta desc ternyata sangat penting buat membantu memudahkan pencarian ya. Ooo aku baru paham soal search intent. Biasanya aku lakukan dengan coba2 googling dan bener nemu web/ blog opmpetitor hehe. Trus ternyata nemu kata kunci yang banyak dicari. Biasanya aku pakai dengan kata kunci pertama yang biasa diketik org.

    BalasHapus