Senin, 11 Maret 2024

Cara Menjalankan Teknik ATM untuk Konten Website

Cara Menjalankan Teknik ATM untuk Konten Website

Teknik ATM untuk Konten Website -. Baru-baru ini, media sosial dikejutkan dengan berita viral mengenai seorang content creator di niche tips video editor. Content creator tersebut membuat sebuah video yang seolah seperti diss untuk content creator lain di niche yang sama.

Sayangnya, content creator yang terkena diss tersebut adalah bocil. Dan itu menarik simpati banyak warganet untuk membelanya.

Untuk kamu yang sering pantengin trending media sosial, pastinya tahu akan drama yang satu ini. Masalah ini sendiri sudah selesai, tetapi ada satu bagian menarik yang bisa mimin petik dari peristiwa ini.

Dan bagian menarik tersebut adalah ketika content creator yang melakukan diss, mengatakan dalam konten itu, "ada yang namanya ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), bukan ATP, Amati Tiru Plek Ketiplek". Kata ATM inilah yang kemudian memberikan mimin inspirasi untuk menulis.

Sebenarnya apa sih itu ATM?. ATM adalah salah satu teknik produksi konten yang banyak digunakan oleh content marketer. Teknik ini sering digunakan untuk mempersingkat waktu riset konten.

Di mana yang melakukan riset konten adalah orang lain atau kompetitor, dan kamu hanya perlu menirunya lalu menambahkan elemen lain agar terlihat lebih orisinil.

Sedikit tricky bukan?.

Teknik ini sendiri bukan hanya sering digunakan untuk jenis konten TikTok atau Instagram, tapi juga untuk konten website, seperti artikel.

Nah, di dalam artikel ini, mimin akan menjelaskan tentang bagaimana cara kita untuk dapat menjalankan teknik ATM untuk konten website. Penasaran?, simak baik-baik artikel ini ya!.

Cara Menjalankan Teknik ATM untuk Konten Website

1. Melakukan Riset Kata Kunci

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan riset kata kunci terlebih dahulu. Kamu bisa melakukan ini menyesuaikan dengan niche web bisnis. Gunakan tools digital tambahan seperti Google Keyword Planner atau yang paling powerful yakni SEMrush.

Cara paling mudah menemukan kata kunci terbaik untuk sebuah konten adalah dengan memahami search intent.

Beruntung, mimin telah menjelaskan tentang apa itu search intent dan jenis-jenisnya pada artikel sebelumnya. Kamu bisa membacanya lengkap melalui link artikel di bawah ini;

Baca Juga: Apa itu Search Intent, dan Apa Saja Jenis-Jenisnya?

2. Membaca 4-5 Konten Teratas Hasil SERP Sesuai Kata Kunci yang Ditarget

Cara yang kedua adalah dengan mulai membaca 4-5 konten teratas hasil SERP sesuai kata kunci yang ditarget. Proses ini, bisa dibilang sebagai bagian dari Amati dari ATM. Contohnya kamu ingin membuat konten dengan target kata kuncinya Cara Audit Blogger, maka kamu bisa membaca 4-5 konten teratas di SERP kata kunci tersebut.

Teknik ATM dari Melihat SERP

Sumber: Google.com

3. Mencatat Kelebihan dan Kekurangan 4-5 Konten Tersebut

Berikutnya adalah dengan mencatat kelebihan dan kekurangan 4-5 konten yang telah kita baca sebelumnya. Tentu saja ada banyak poin pembanding yang bisa kamu gunakan. Agar lebih mudah, kamu bisa mengikuti poin pembanding yang mimin gunakan ini;

Cara Menjalankan Teknik ATM untuk Konten Website

Tabel untuk Permudah Teknik ATM

4. Menentukan Jumlah Kata yang Ideal

Berikutnya adalah mulai mencari jumlah kata yang ideal. Usahakan untuk memilih jumlah kata yang sekiranya pas untuk menjadi rival konten lainnya. Semisal, rata-rata jumlah kata dari 4-5 konten yang kamu ATM adalah 700 kata. Maka kamu bisa memberikan konten baru dengan jumlah kata yang sedikit lebih banyak, semisal 800 kata.

Tentu saja ada banyak pertimbangan lain mengenai jumlah kata ini. Semisal target audience yang kamu miliki, dan juga outline konten yang digunakan.

5. Memasukkan Sisi Orisinil dalam Konten

Cara terakhir adalah dengan memasukkan sisi orisinil di dalam konten. Sisi orisinil yang mimin maksud ini, bisa didapatkan dari gaya bahasa yang digunakan. Elemen konten multimedia yang diberikan, semisal gambar, video, audio, animasi dan lain-lain.

Perlu diketahui bahwa sekarang ini Google telah menggunakan algoritma E-E-A-T. Huruf E yang pertama menggambarkan Experience. Itu artinya kamu perlu memasukkan elemen pengalaman kamu di dalam konten.

Semisal kamu membuat konten tentang review produk skincare. Penjelasan yang diberikan bakal lebih relate kalau misalnya kamu memasukkan gambar atau testimoni penggunaan produk skincare tersebut.

Inilah penjelasan lengkap mengenai cara menjalankan teknik ATM untuk konten website.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Ngeblog

Ingin dapatkan insight terbaru lainnya?. Silahkan ikuti terus blog ini, atau kamu bisa follow Instagram mimin di @andrimarzaakhda.

Semoga bermanfaat.

26 comments:

  1. kalau ATP namanya plagiasi dong kak, tidak ada proses kreatifnya di sana, dan itu tidak baik untuk dilakukan bukan

    BalasHapus
  2. Adanya experience di dalam kontenlah yang menjadikan konten itu terlihat orisinil ya karena pengalaman tiap orang kan berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, itulah yang menjadi pembedannya

      Hapus
  3. Membuat artikel dengan ATM juga perlu dicermati agar tidak terjadi plagiasi. Untuk itu penulis juga harus berhati-hati jika ingin menerapkan teknik menulis dengan ATM ini.

    BalasHapus
  4. Konten yang viral sekarang ini memang biasanya hasil ATM dari konten lainnya, mirip tapi ada yang berbeda dengan konten aslinya. Satu lagi, biasanya yang membuat agak mirip kadang lagu latarnya sama (untuk reels/tiktok), jadi ada pembandingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, harus ada poin yang berbedannya. Terlebih pada poin cara pembawaan

      Hapus
  5. kadang kalau orang tersebut nggak punya ide, cara nyontek yang sama persis dianggapnya mungkin hal biasa, padahal orang pertama yang bikin ide perlu waktu dan pikiran untuk membuat konten
    setuju kalau harus modifikasi, karena bagaimanapun kita akan bangga sama diri sendiri kalau sampe kontent tersebut page one

    BalasHapus
  6. BIasanya ATM ini digunakan buat tugas coding atau pemrograman nih. Tapi emang biasanya amati tiru dan modifikasi. Kalau plek ketiplek mah mengulangi karya yang sama ya.. Ngga seru, ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, apalagi ATM untuk pemrograman website. Saya juga semasa kuliah sering lihat barisan kode di GitHub, lalu saya ubah-ubah lagi CSSnya

      Hapus
  7. menarik nih tipsnya kak. di zaman yang makin banyak kreator ini, emang agak susah ya nyari pembedanya. walaupun masih belajar, tapi kadang nggak semua orang paham kalo konten juga kudu masukin sisi orisinil khas mereka. makanya aku kadang kalo bikin sesuatu meski udh ada referensinya, bikinnnya lama bgt soalnya sungkan kalo plek ketiplek gtu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, gak semua orang orang paham. Butuh proses untuk memahaminya

      Hapus
  8. Perlu belajar banyak aku dengan konsep ATM ini apalagi buat konten karena terkadang ngga sampe modifikasinya udh males mikir dan cuman sampe tiru aja, ini jadi bahaya banget sih buat konten kreator hehe

    BalasHapus
  9. Iya tuh mas, aku sempat ceri tahu bocil itu di IG. Memang mirip banget dengan si yang katanya pendahulunya hihihi.... Content creator semakin banyak dan mirip2 caranya hhmmm.... Ya bagusnya sih jangan plek ketiplek ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar, memang ada mirip-miripnya, tetapi key visual dengan background api, gak seharusnya juga dijadikan trademark orang yang melakukan diss.

      Hapus
  10. Namanya juga content creator yg harus bisa jadi kreatif dan menarik kalo bikin konten. Dengan terapin cara² di atas, nggak ada lagi lah yang namanya ATP, hehhe..

    BalasHapus
  11. Wah, aku gak tahu kasus yang dimaksud tapi perihal ATM ini benar kata masnya, emang agak tricky. Ya kalau meniru idenya aja oke lah, tapi kalau sampai plagiat plek ketiplek itu yang bikin kesel wkwk

    BalasHapus
  12. Mengikuti juga tuh kasus bocil yang disebut niru plek ketiplek sang content kreator si paling orisinil itu.. hehe
    Memang penting juga untuk memodifikasi apa-apa yang menjadikan kita inspirasi dari konten orang lain, agar tidak disebut plagiator ga sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehe, sebenarnya sih gak perlu dibikin drama seperti itu ya. Cukup beritahu saja via dm jika memang konten abang abangan itu merasa ditiru.

      Hapus
  13. Makasih sharing-nya, sebagai pemula informasi ini bermanfaat banget untuk mengembangkan konten dalam website agar sesuai panduan yang google tetapkan.

    BalasHapus
  14. Konten menarik tentunya ini dimana kita bisa menerapkan dengan teknik ini untuk hasil yang lebih baik, mas Joko Yu pun mungkin pakai teknik ini kali ya untuk nulis di kanaljogja itu

    BalasHapus
  15. Terima kasih atas artikelnya. Bermanfaat banget buatku. Namun, boleh 'kan ya kalau aku sekalian ngasih masukan? Itu, untuk nomor 5. Yang benar "memasukkan", dobel huruf k.😃

    BalasHapus
  16. ATM memang bermanfaat banget buat cari ide konten, apalagi sekarang Google makin update algoritmanya, jadi kitanya harus pintar² juga buat ngolah konten meski pakai ilmu ATM, biar gak terdeteksi plek ketiplek.

    BalasHapus
  17. Iya nih mau menerapkan ini deh. Soalnya PV aku lagi turun, kayaknya perlu memperbaiki beberapa koten dengan melihat yang lagi naik tulisan blog yang seperti apa. terima kasih sharingnya.

    BalasHapus
  18. Menarik nih informasinya, memang sih semakin banyak creator yg karyanya mirip2 tapi memang sebaiknya setiap karya memiliki cirikhasnya masing2 meskipun saling menginspirasi ide pembuatannya

    BalasHapus