Senin, 01 Januari 2024

Adakah Pengaruh Jumlah Keyword Utama Pada Konten SEO?

Pengaruh Jumlah Keyword Utama

Pengaruh Jumlah Keyword Utama - SEO adalah kependekan dari Search Engine Optimization. Sebuah ilmu untuk optimasi website agar dapat tampil di halaman teratas hasil pencarian search engine.

Adapun search engine utama yang sering digunakan sebagai fokus utama ilmu ini sendiri adalah Google.

Wajar, karena Google adalah search engine dengan tingkat kepopuleran tertinggi di dunia, jauh melebihi search engine lainnya seperti Baidu, Yandex, Bing, DuckDuckGo dan lain-lain.

Ada banyak sebab mengapa Google begitu unggul dibandingkan dengan search engine lainnya. Mungkin mimin akan membahasnya lengkap pada artikel lainnya mendatang.

Di dalam proses pelaksanaan SEO sendiri, ada banyak hal yang mesti kita perhatikan. Salah satunya adalah memperhatikan metode On Page SEO. Sebuah metode SEO yang seluruh langkah-langkahnya dilakukan di dalam website utama.

Adapun salah satu penerapan daripada metode ini adalah dengan membuat artikel SEO friendly. Bagaimana kita bisa membuatnya?, salah satunya adalah memperhatikan jumlah keyword utama yang digunakan di dalam konten artikel SEO friendly.

Baca Juga: Apa itu Strategi Cross Posting?

Ya, persentase munculnya jumlah keyword utama di dalam konten dapat mempengaruhi kualitas konten SEO itu sendiri. Adapun persentase munculnya jumlah keyword utama di dalam konten disebut dengan keyword density.

Lalu, apa saja manfaat mengetahui keyword density ini?.

Manfaat Mengetahui Keyword Density

Sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengetahui keyword density yang satu ini. Tapi, di sini mimin hanya akan menjelaskan 2 manfaat besarnya saja, dimulai dari;

1. Terhindar dari Keyword Stuffing

Yang pertama adalah membantu kamu untuk lebih mudah menghindari teknik SEO yang masuk ke dalam kategori Black Hat SEO. Dan teknik yang dihindari tersebut adalah Keyword Stuffing.

Keyword stuffing sendiri adalah teknik untuk penempatan banyak keyword utama di dalam konten dengan tujuan untuk mengakali crawler search engine. Penempatan yang dilakukan ngasal dan tidak memperhatikan kesinambungan keyword di konteks konten.

Apabila teknik ini dijalankan secara konsisten, maka siap-siap website kamu akan terkena penalti dari Google. Salah satu jenis penalti yang besar kemungkinan didapatkan, adalah konten website susah terindeks atau alami deindex.

2. Jadikan Artikel Lebih Natural

Kedua, adalah menjadikan artikel yang kamu kreasikan jadi lebih natural. Artikel yang dituliskan akan lebih enak dibaca dan tentunya ini akan meningkatkan user experience ke arah yang lebih baik.

Cara Menghitung Keyword Density

Kita dapat menghitung secara otomatis keyword density ini melalui berbagai tools. Untuk yang menggunakan WordPress, kamu bisa mengandalkan plugin Yoast SEO.

Tools Word Counter
Sumber: Word Counter

Untuk yang menggunakan platform berbeda, bisa menggunakan website wordcounter.net.

Selain dengan cara otomatis, kita juga dapat menghitung keyword density secara manual menggunakan rumus;

Keyword Density = (total keyword utama yang disebutkan / jumlah kata di dalam artikel) x 100%.

Mengikuti saran dari Yoast SEO, sebisa mungkin persentase jumlah keyword utama di dalam konten, kurang di bawah 2,5%.

Pengaruh Jumlah Keyword Utama dalam Konten

Kita telah mengetahui pengaruh pasti dari jumlah keyword utama di dalam konten. Apabila kita membuat persentasenya pas, maka itu akan berdampak positif pada konten website.

Jika berlebih, maka konten tersebut akan dinilai oleh crawler menggunakan teknik keyword stuffing.

Lalu untuk persentase pasti kehadiran jumlah keyword utama di dalam konten, sebenarnya tidak ada angka pasti.

Hal ini dikonfirmasi oleh Matt Cutts yang mengatakan bahwa mempelajari keyword density lebih kepada kemampuan penulis untuk menghindari keyword stuffing.

Matt Cutts menyarankan untuk webmaster atau penulis blog lebih banyak menggunakan LSI Keyword.

Inilah penjelasan lengkap tentang pengaruh jumlah keyword utama dalam konten. Ingin dapatkan insight terbaru lainnya?. Silahkan ikuti terus blog ini, atau kamu bisa follow Instagram mimin di @andrimarzaakhda.

Semoga bermanfaat.

13 comments:

  1. Makasih ilmunya kak. Aku baru tau ttg ilmu SEO ini trus lgsg googling maksudnya keyword utama itu yg bagaimana😂

    BalasHapus
  2. Membaca artikel ini me-refresh ilmu tentang SEO ini. Pertama kali dengar istilah SEO sekitar 15 thn yg lalu, tapi krn ga fokus, jadi dulunya gak tau sekarang lupa hehehe... anw, aku apresiasi semangat admin yg bisa ngepost pas tahun baru 1 Januari, keren sih... jempol utk mimin. Tq artikelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe terima kasih banyak, semoga konsisten ya

      Hapus
  3. Keyword memang penting banget dalam sebuah artikel. Aku belajar keyword stuffing di salah satu kelas. Enak banget Kalau wp ya, tinggal pakai tools aja. Kalau blogspot mesti effort manual ngitung kw stuffing.

    BalasHapus
  4. Terima kasih sharing ilmunya Kak jadi lebih paham sekarang, selama ini masih asal aja mengerjakan artikel sesuai kaidah SEO

    BalasHapus
  5. kalo mengetik alamat blogku kita di google tapi nggak muncul, itu kenapa ya mba? udah daftar di google console tetap aja katanya url tidak ada di google

    BalasHapus
    Balasan
    1. Btw ini mas-mas ya. Maaf baru menjawab.
      Google perlu waktu untuk indexing, dan terkadang memang tidak bisa secepat itu. Ditunggu saja sembari meminta indexing secara manual di Google Search Console

      Hapus
  6. Wah terima kasih banyak ilmunya kak, dulu sebelum pakai WP saya kalau nulis kw nya ga diperhitungkan ternyata kalau mau bagus itu memang ada batas minimal dan maksimal penyebutannya, terima kasih baca artikel ini nambah lagi ilmu SEO saya

    BalasHapus
  7. Terima kasih tipsnya Kak, saya belum coba sampai hitung keyword density, ternyata bisa menggnakan word counter ya, mau coba ini

    BalasHapus
  8. Terima kasih ilmunya. Ngeri juga kalau artikel yang sudah susah payah dibuat tidak terindeks oleh google, sehingga tidak tepat sasaran

    BalasHapus
  9. Lagi praktekin seo tiap nulis artikel, susah gampang, sih. Apalagi ada beberapa tulisan nggak bisa keindeks google. Rasanya nyesek 😐

    BalasHapus
  10. Ngaruh banget si soal keyword ini. Makanya aku kalo bikin tulisan pasti panjang biar tetep natural tapi keywordnya kena semua. Makanya perlu riset keyword dulu sebelum nulis, biar konsepnya nggak melebar dan tulisan jadi bias.

    BalasHapus
  11. Kadang sudah search keyword di goolgle, ahrefs, nerapin keyword di dalam artikel tapi belum bisa naik naik juga DA nya kenapa ya???

    BalasHapus